Senin, 01 Oktober 2012

review PENGARUH VISUAL STORYTELLING KOMIK ASING

Pada tahun 1980 menurun dan pada tahun 2000an komik naik lagi, tetapi komik terbit membawa pengaruh komik dari jepang dan Indonesia. Story telling : pemilihan moment, pemilihan frame, pemilihan image, dan pemilihan kata- katanya. Sampel penelitian : PT. Elex Media Kompuntindo tahun 2000-an, karena didasari pada game yang paling dominan diproduksi negara Eropa, dan Jepang. Metode : observasi - identifikasi komik asing dari Amerika - membandingkan karakteristiknya Hasil penelitian : kebanyakan didominasi Jepang untuk karakter bahasa tubuh, gambar, dan objek dari latar belakang. Kesimpulan : zaman cenderung oleh Jepang. Perkembangan komik di Indonesia di adopsi gaya komik Jepang, menggambarkan putusnya hubungan antara komik indonesia tahun 1960-1970an dengan komik indonesia yang kontemporer.

Minggu, 30 September 2012

cemas

Kecemasan merupakan suatu respon terhadap situasi yang penuh dengan tekanan. Stres dapat didefinisikan sebagai suatu persepsi ancaman terhadap suatu harapan yang mencetuskan cemas. Hasilnya adalah bekerja untuk melegakan tingkah laku (Rawlins, at al, 1993). Stress dapat berbentuk psikologis, sosial atau fisik. Beberapa teori memberikan kontribusi terhadap kemungkinan faktor etiologi dalam pengembangan kecemasan. Teori-teori tersebut adalah sebagai berikut : a. Teori PsikodinamikFreud (1993) mengungkapkan bahwa kecemasan merupakan hasil dari konflik psikis yang tidak disadari. Kecemasan menjadi tanda terhadap ego untuk mengambil aksi penurunan cemas. Ketika mekanisme diri berhasil, kecemasan menurun dan rasa aman datang lagi. Namun bila konflik terus berkepanjangan, maka kecemasan ada pada tingkat tinggi. Mekanisme pertahanan diri dialami sebagai simptom, seperti phobia, regresi dan tingkah laku ritualistik. Konsep psikodinamik menurut Freud ini juga menerangkan bahwa kecemasan timbul pertama dalam hidup manusia saat lahir dan merasakan lapar yang pertama kali. Saat itu dalam kondisi masih lemah, sehingga belum mampu memberikan respon terhadap kedinginan dan kelaparan, maka lahirlah kecemasan pertama. Kecemasan berikutnya muncul apabila ada suatu keinginan dari Id untuk menuntut pelepasan dari ego, tetapi tidak mendapat restu dari super ego, maka terjadilah konflik dalam ego, antara keinginan Id yang ingin pelepasan dan sangsi dari super ego lahirlah kecemasan yang kedua. Konflik-konflik tersebut ditekan dalam alam bawah sadar, dengan potensi yang tetap tak terpengaruh oleh waktu, sering tidak realistik dan dibesar-besarkan. Tekanan ini akan muncul ke permukaan melalui tiga peristiwa, yaitu : sensor super ego menurun, desakan Id meningkat dan adanya stress psikososial, maka lahirlah kecemasan-kecemasan berikutnya (Prawirohusodo, 1988). b. Teori PerilakuMenurut teori perilaku, Kecemasan berasal dari suatu respon terhadap stimulus khusus (fakta), waktu cukup lama, seseorang mengembangkan respon kondisi untuk stimulus yang penting. Kecemasan tersebut merupakan hasil frustasi, sehingga akan mengganggu kemampuan individu untuk mencapai tujuan yang di inginkan. c. Teori InterpersonalMenjelaskan bahwa kecemasan terjadi dari ketakutan akan penolakan antar individu, sehingga menyebabkan individu bersangkutan merasa tidak berharga. d Teori KeluargaMenjelaskan bahwa kecemasan dapat terjadi dan timbul secara nyata akibat adanya konflik dalam keluarga. e. Teori BiologikBeberapa kasus kecemasan (5 - 42%), merupakan suatu perhatian terhadap proses fisiologis (Hall, 1980). Kecemasan ini dapat disebabkan oleh penyakit fisik atau keabnormalan, tidak oleh konflik emosional. Kecemasan ini termasuk kecemasan sekunder (Rockwell cit stuart & sundeens, 1998). Respon Fisiologis terhadap KecemasanKardio vaskuler;  Peningkatan tekanan darah, palpitasi, jantung berdebar, denyut nadi meningkat, tekanan nadi menurun, syock dan lain-lain.Respirasi;  napas cepat dan dangkal, rasa tertekan pada dada, rasa tercekik.Kulit:  perasaan panas atau dingin pada kulit, muka pucat, berkeringat seluruh tubuh, rasa terbakar pada muka, telapak tangan berkeringat, gatal-gatal.Gastro intestinal;  Anoreksia, rasa tidak nyaman pada perut, rasa terbakar di epigastrium, nausea, diare.Neuromuskuler;  Reflek meningkat, reaksi kejutan, mata berkedip-kedip, insomnia, tremor, kejang, , wajah tegang, gerakan lambat. Respon Psikologis terhadap KecemasanPerilaku;  Gelisah, tremor, gugup, bicara cepat dan tidak ada koordinasi, menarik diri, menghindar.Kognitif;  Gangguan perhatian, konsentrasi hilang, mudah lupa, salah tafsir, bloking, bingung, lapangan persepsi menurun, kesadaran diri yang berlebihan, kawatir yang berlebihan, obyektifitas menurun, takut kecelakaan, takut mati dan lain-lain.Afektif;  Tidak sabar, tegang, neurosis, tremor, gugup yang luar biasa, sangat gelisah dan lain-lain.

Sabtu, 29 September 2012

review jurnal kuliah minggu k-3

KECEMBURUAN PADA KAUM HOMOSEKSUAL PRIA (GAY) DI JAKARTA Dilihat dari ari kasus mutilasi Ryan dan observasi terhadap artist management.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode obervasi (non partisipan) dan wawancara dengan menggunakan pendekatan kualitatif. terdapat 3 subjek, yaitu subyek 1 menyadari ketertarikannya sesama jenis sejak usia 10 tahun, subyek 2 menyadari ketika 16 tahun, dan subyek 3 menyadari sejak usia 15 tahun. Dari keseluruhan subjek diketahui bahwa terdapat semua faktor potensial yang menyebabkan mereka menjadi gay seperti terdapat pada model teori. Faktor potensial itu adalah ketidakadaan figur ayah (ayah sebagai tokoh negatif), terisolasi dari lingkungan sekitar, perasaan rendah diri, jenis permainan saat masih kecil, dan gaya hidup.hasil dari penelitian seputar kecemburuan tersebut terdapat fakta bahwa keseluruhan subyek mengalami hurt (luka), fear and anxiety (takut dan cemas). Sedangkan untuk anger (marah), hanya subyek 2 dan subyek 3 yang mengalaminya. Selanjutnya untuk tipe kecemburuan terbagi 2 (dua) yaitu Reactive jealousy & Suspicious jealousy JURNAL KOHESIFITAS SUPORTER TIM SEPAK BOLA PERSIJA latar belakang kelompok memilih jurnal ini yaitu karena teman nongkrong (jarak rumah yang berdekatan menyebabkan anggota mudah bertemu) , kegiatan kelompok seperti main bola bareng (setiap anggota kelompok memiliki kegiatan sehari hari bersama kelompok seperti main bola bareng dan aktivitas tersebutdapat meningkatkan kekompakan), kebersamaan kelompok seperti proses menumbuhkan keterikatan (pada saat berkumpul, anggota kelompok bercanda gurau dan tertawa bersama sehingga aktifitas ini dapatmeningkatkan keterikatan antara anggota kelompok.Suporter sebuah tim adalah salah satu faktor pendukung yang tidak bisa dilepaskan dari sisi luar lapangan pertandingan. Mengacu pada antusiasme supporter sepak bola The Jakmania, peneliti tertarik pada kohesivitas yang terlihat serta ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas pada The Jakmania.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania, serta ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas individu dalam kelompok kecil TheJakmania.Ciri-ciri kelompok yang kohesif : Setiap anggota kelompok mengenakanidentitas yang sama, Setiap anggota kelompok memiliki tujuan dansasaran yang sama. Setiap anggota kelompok merasakankeberhasilan dan kegagalan yang sama Setiap anggota kelompok saling berkerjasama dan berkolaborasi.Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Yaitu wawancara dan observasi partisipasi. Dengan 2 subjek dari anggota the jackmania dari kukusan. Hasil : Berdasarkan penelitian kohesivitas dalam kelompok tersebut seperti, aktifitas kelompok dalam komunitas (main bola barengadalah salah satu kegiatan The Jak kukusan,berkumpul setiap hari), aktifitas kelompok kecil (pulang pergi bersama saat menonton pertandingan Persija secara langsung,patungan), proses pengambilan keputusan (berdiskusi untuk menentukan keputusan yang terbaik, setiap anggota mempunyai solusi),identitas kelompok (menggunakan atribut Persija, baju, logo, shal), kohesivitas kelompokd i luar lapangan (berkumpul diwarung ujung gang, dalam perjalanan kelompok menyanyikan yel-yel bersama), kohesivitas kelompok dilapangan (kelompok bergabung dengan The Jak yang lain, kelompok bernyanyi bersama-sama,merayakan gol bersama, merayakan kemenangan bersama). EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GOTONG ROYONG (COOPERATIVE LEARNING) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI PELAJARAN MATEMATIKA Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap momok bagi sebagian pelajar, termasuk siswa SMP. Anggapan negatif tersebut semakin berkembang dengan adanya kenaikan standar kelulusan, khususnya untuk nilai matematika, yang menyebabkan banyak siswa tidak lulus pada tahun 2004. Salah satu faktor yang dapat berpengaruh buruk terhadap prestasi matematika siswa adalah kecemasan. Berdasarkan hal ini peneliti tertarik untuk melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah metode belajar tertentu dapat mengatasi kecemasan dalam belajar matematika. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 2 SMP 26 Semarang yang berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 16 orang.Kecemasan adalah perasaan tidak menyenagkan, yang ditandai dengan istilah-istilah seperti kekhawatiran, keprihatinan dan rasa takut yang kadang-kadang dialami dalam tingkatan yang berbeda-beda (Atkinson dkk, 2001). Hurlock 1997 mendefinisikan kecemasan sebagai keadaan mental yang tidak enak berkenaan dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan, yang ditandai dengan kekhawatiran, ketidak enakan, dan perasaan yang tidak baik, yang tidak dapat dihindari oleh seseorang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan skala kecemasan. Observasi yang dilakukan adalah observasi non-partisipan. Pada awal kelas dimulai belum terlalu banyak interaksi yang tercipta. Setelah beberapa saat kemudian nampak adanya interaksi antar siswa dalam kelompok. Siswa saling berbicara satu sama lain dalam kelompok sambil memegang kertas soal. Siswa terlihat melakukan interaksi antar kelompok. Suasana kelas aktif dan riuh ramai.Dari observasi diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian perlakuan berupa Metode Pembelajaran Gotong Royong (Cooperative Learning) terhadap kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika.

Rabu, 26 September 2012

REVIEW PRESENTASI MINGGU PERTAMA

KELOMPOK 6 Pertumbuhan masa trauma di definisikan sebagai pengalaman perubahan positif yang signifikan yang timbul di perjuangan krisis kehidupan yang besar. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui dinamika pos traumatik growth. Yang mendasari penelitian ini adalah karena penyakit kanker ini adalah kanker palling bahaya, ingin mencari tahu bagi orang yang telah mengidap sakit tersebut bagaimana ia menjalani hidup,melangsungkan kelanjutan hidupnya. menggunakan observasi non partisipan, misalnya memperhatikan mimik muka, non verbal kesimpulannya : post traumatik growth : ada faktor dari internal atau eksternal yaitu ada 4 hal yang timbul pasca kejadian tersebut yaitu : meningkatnya spiritualitas, menambah improvement in life, proses sosial semakin tinggi, relasi semakin banyak. KELOMPOK 1 PERSEPSI CINTA DI KALANGAN REMAJA SETELAH MENONTON AADC Masalah yang timbul yaitu bagaimana remaja belajar apa yang disajikan media, proses kulturasi dan melihat proses remaja. received reality : ukuran seberapa jauh media terhadap kehidupan mereka kultivasi yaitu melibatkan proses belajar dari pandangan mengenai realita sosial yang bergantung pada keadaan pribadi dan pengalaman. Metode penelitian yaitu wawancara, pengamatan langsung dengan tujuan merekonstruksi dan analisis kasus dari perspektif sosiologi.melakukan observasi partisipan --> terlibat --> partisipan pasif, dan moderat. Hasil ralitas cinta aadc dan informan yaitu film romanti informan hafal adegan di film itu.Kesimpulan informan memiliki pengetahuan yanng terbatas, sehingga tidak melek akan media. KRLOMPOK 2 MITOS TENTANG KEHAMILAN Setiap oranng ingin memiliki keturunan dan ada beberapa mitos saat kehamilan berlangsung. kajian teori : observasi fundamental dalam etologi yang diadopsi pendekatan kooperatif . mitos kepercayaan dari suatu kelompok yang menjelaskan centra suci jaman dahulu. Analisis : responden wanita hamil 3 bulan , gejala sosial di lakukan pengamatan observasi atas segala fakta yang ada.Kesimpulan : mitos sangat berpengaruh di aceh . ibu-ibu menjalankan tradisi yang menyerupai proses kehamilan

Sabtu, 15 September 2012

observasi (kuliah 1)

       Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang diamati. Banyaknya periode observasi yang perlu dilakukan dan panjangnya waktu pada setiap periode observasi tergantung kepada jenis data yang dikumpulkan. Apabila observasi itu akan dilakukan pada sejumlah orang, dan hasil observasi itu akan digunakan untuk mengadakan perbandingan antar orang-orang tersebut, maka hendaknya observasi terhadap masing-masing orang dilakukan dalam situasi yang relatif sama.  Observasi berdasarkan keterlibatan peneliti Observasi partisipasi, yaitu apabila pengobservasi ikut terlibat dalam kegiatan subyek yang sedang diobservasi. Misalnya seorang guru bidang studi yang ingin mengetahui bagaimana antosias siswa-siswanya terhadap pelajaran yang diberikan. Observasi non partisipasi, dalam observasi ini pengobservasi tidak ikut terlibat dalam kegiatan yang diobservasi. Misalnya seorang petugas bimbingan ingin mengetahui bagaimana antosias siswa terhadap bimbingan karir. Observasi quasi partisipasi, dalam jenis ini sebagian waktu dalam satu periode observasi pengobservasi ikut melibatkan diri dalam kegiatan yang diobservasi, dan sebagian waktu lainnya ia terlepas dari kegiatan tersebut. Misalnya kita ingin mengetahui bagaimana aktifitas siswa dalam melaksanakan suatu tugas kelompok. Kelebihan metode observasiDapat meneliti beberapa gejalaTeknik observasi tidak menuntun objek berada dalam objek-objek tertentuMemungkinkan pencatatan secara bersamaan dalam suatu peristiwaTidak bergantung pada self reportBanyak kejadian penting yang tidak dapat diperoleh bila tidak menggunakan metode observasi  Kelemahan observasiBeberapa perilaku yang sifatnya pribadi tidak dapat di observasiAda kemungkinan, bila objek yang diobservasi tahu bahwa dia sedang di observasi, ada kemungkinan perilakunya akan berubahMunculnya perilaku yang akan diobservasi tidak bisa ditelitiKegiatan observasi dapat terganggu dengan kejadian yang situasional seperti hujan banjir dsbBervariasinya durasi menjadi keterbatasan bagi observasi.

Minggu, 27 Mei 2012

Ikan dan Pancingannya

Jika kamu memancing ikan, Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu,
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang,
Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya,
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja,
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi di masih hidup,

tapi jika kamu berniat meninggalkannya setelah kamu berhasil memancing hatinya dgn mata kailmu,
hiburlah hatinya sebagai obat lukanya sebelum engkau membuangnya,
janganlah langsung pergi begitu saja,
tanpa peduli luka yang kau sebabkan dari tajamnya mata kailmu,
jadilah sosok sejati dgn jiwa yang empati ..

Jumat, 30 Maret 2012

alat tes

ALAT TES DIBIDANG PSIKOLOGI KLINIS DEWASA
1. Different Attitude Test --> untuk konsentrasi siswa misalnya didalam sana terdapat ter verbal, numerik, abstrak, mekanik, hubungan ruang.
2. Skala intelegensi
 ada skala wescher : WAIS-R (wescher adult intelegence scale reiced) dalam skala ini untuk usia 16 - 74 tahun. adapun perbedaan tesnya yaitu cara diubah, tingkatan lebih sulit dan waktu dipercepat.

Alat tes dibidang psikologi klinis anak
1. Wescher Preschool dan Primary scale & intelegence reviced
     WPPSI--> informasi - vocabulary - similaritis
2. Kaufan assesment bettery for children
    memori seseorang anak dalam memecahkan problem solving (untuk mengukur intelegensi anak)
 
Skala barley : untuk bayi
Skala Carthy : untuk melihat perkembangan anak




Alat tes Psikologi Pendidikan
Pemahaman anak dibidang pendidikan
ada beberapa tes yaitu : intelegensi individual, tes binet, tes kelompok, tes standar


Alat tes dibidang psikologi sosial
dibudang ini tidak ada penilaian uji sepeti dibidang psikologi lainnya, di dalam psikologi sosial hanya melakukan observasi dan penelitiannya dibantu oleh wawancara.