Sabtu, 29 September 2012

review jurnal kuliah minggu k-3

KECEMBURUAN PADA KAUM HOMOSEKSUAL PRIA (GAY) DI JAKARTA Dilihat dari ari kasus mutilasi Ryan dan observasi terhadap artist management.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode obervasi (non partisipan) dan wawancara dengan menggunakan pendekatan kualitatif. terdapat 3 subjek, yaitu subyek 1 menyadari ketertarikannya sesama jenis sejak usia 10 tahun, subyek 2 menyadari ketika 16 tahun, dan subyek 3 menyadari sejak usia 15 tahun. Dari keseluruhan subjek diketahui bahwa terdapat semua faktor potensial yang menyebabkan mereka menjadi gay seperti terdapat pada model teori. Faktor potensial itu adalah ketidakadaan figur ayah (ayah sebagai tokoh negatif), terisolasi dari lingkungan sekitar, perasaan rendah diri, jenis permainan saat masih kecil, dan gaya hidup.hasil dari penelitian seputar kecemburuan tersebut terdapat fakta bahwa keseluruhan subyek mengalami hurt (luka), fear and anxiety (takut dan cemas). Sedangkan untuk anger (marah), hanya subyek 2 dan subyek 3 yang mengalaminya. Selanjutnya untuk tipe kecemburuan terbagi 2 (dua) yaitu Reactive jealousy & Suspicious jealousy JURNAL KOHESIFITAS SUPORTER TIM SEPAK BOLA PERSIJA latar belakang kelompok memilih jurnal ini yaitu karena teman nongkrong (jarak rumah yang berdekatan menyebabkan anggota mudah bertemu) , kegiatan kelompok seperti main bola bareng (setiap anggota kelompok memiliki kegiatan sehari hari bersama kelompok seperti main bola bareng dan aktivitas tersebutdapat meningkatkan kekompakan), kebersamaan kelompok seperti proses menumbuhkan keterikatan (pada saat berkumpul, anggota kelompok bercanda gurau dan tertawa bersama sehingga aktifitas ini dapatmeningkatkan keterikatan antara anggota kelompok.Suporter sebuah tim adalah salah satu faktor pendukung yang tidak bisa dilepaskan dari sisi luar lapangan pertandingan. Mengacu pada antusiasme supporter sepak bola The Jakmania, peneliti tertarik pada kohesivitas yang terlihat serta ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas pada The Jakmania.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania, serta ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas individu dalam kelompok kecil TheJakmania.Ciri-ciri kelompok yang kohesif : Setiap anggota kelompok mengenakanidentitas yang sama, Setiap anggota kelompok memiliki tujuan dansasaran yang sama. Setiap anggota kelompok merasakankeberhasilan dan kegagalan yang sama Setiap anggota kelompok saling berkerjasama dan berkolaborasi.Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Yaitu wawancara dan observasi partisipasi. Dengan 2 subjek dari anggota the jackmania dari kukusan. Hasil : Berdasarkan penelitian kohesivitas dalam kelompok tersebut seperti, aktifitas kelompok dalam komunitas (main bola barengadalah salah satu kegiatan The Jak kukusan,berkumpul setiap hari), aktifitas kelompok kecil (pulang pergi bersama saat menonton pertandingan Persija secara langsung,patungan), proses pengambilan keputusan (berdiskusi untuk menentukan keputusan yang terbaik, setiap anggota mempunyai solusi),identitas kelompok (menggunakan atribut Persija, baju, logo, shal), kohesivitas kelompokd i luar lapangan (berkumpul diwarung ujung gang, dalam perjalanan kelompok menyanyikan yel-yel bersama), kohesivitas kelompok dilapangan (kelompok bergabung dengan The Jak yang lain, kelompok bernyanyi bersama-sama,merayakan gol bersama, merayakan kemenangan bersama). EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GOTONG ROYONG (COOPERATIVE LEARNING) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI PELAJARAN MATEMATIKA Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap momok bagi sebagian pelajar, termasuk siswa SMP. Anggapan negatif tersebut semakin berkembang dengan adanya kenaikan standar kelulusan, khususnya untuk nilai matematika, yang menyebabkan banyak siswa tidak lulus pada tahun 2004. Salah satu faktor yang dapat berpengaruh buruk terhadap prestasi matematika siswa adalah kecemasan. Berdasarkan hal ini peneliti tertarik untuk melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah metode belajar tertentu dapat mengatasi kecemasan dalam belajar matematika. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 2 SMP 26 Semarang yang berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 16 orang.Kecemasan adalah perasaan tidak menyenagkan, yang ditandai dengan istilah-istilah seperti kekhawatiran, keprihatinan dan rasa takut yang kadang-kadang dialami dalam tingkatan yang berbeda-beda (Atkinson dkk, 2001). Hurlock 1997 mendefinisikan kecemasan sebagai keadaan mental yang tidak enak berkenaan dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan, yang ditandai dengan kekhawatiran, ketidak enakan, dan perasaan yang tidak baik, yang tidak dapat dihindari oleh seseorang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan skala kecemasan. Observasi yang dilakukan adalah observasi non-partisipan. Pada awal kelas dimulai belum terlalu banyak interaksi yang tercipta. Setelah beberapa saat kemudian nampak adanya interaksi antar siswa dalam kelompok. Siswa saling berbicara satu sama lain dalam kelompok sambil memegang kertas soal. Siswa terlihat melakukan interaksi antar kelompok. Suasana kelas aktif dan riuh ramai.Dari observasi diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian perlakuan berupa Metode Pembelajaran Gotong Royong (Cooperative Learning) terhadap kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar